• HOME
  • ABOUT
  • THOUGHTS
  • TRAVEL STORIES
  • CONTACT
Instagram LinkedIn Facebook Twitter Pinterest Tumblr

Ashila Ramadhani

Kan belum? Kenapa udah ditulis?


Jadi gue akan mendedikasikan tulisan kali ini untuk kerinduan gue akan bulan Ramadhan. Kalian gitu juga gak sih? Jujur gue lagi kangen banget momen Ramadhan, momen iklan Marjan di TV, momen sinetron Mba Hana Mas Bram dan Hello Kitty, momen masak untuk buka puasa, momen silaturahmi sama semua orang, momen maghrib, momen lebaran, aaaahhh terlalu banyak momen yang bikin kangen saat Ramadhan :")


Rutinitas Ramadhan yang paling gue suka itu adalah masak! Cuma pas Ramadhan gue bisa meng-explore lebih jauh hobi gue dalam hal masak memasak hahaha setiap hari menunya beda dan bebas berkreasi dari menu-menu di majalah, mobile app, juga dari TV. Duuh suka banget deh.

Selain itu, gue juga suka momen belanja bahan masakannya hahaha entah kenapa kalau Ramadhan supermarket rasanya jadi beda haha karena biasanya status gue adalah pelajar, jadi banyak waktu luang buat belanja dan masak. Setiap abis Ashar, dimulai deh kegiatan dapur bareng nyokap gue. Biasanya nyokap gue yang nyiapin menu makan malam dan sahurnya, gue yang bikin menu buka puasanya, dan adek gue minumannya. Tradisi keluarga gue itu gapernah yang namanya buka puasa pakai menu "nasi". Jadi menunya ya seputaran menu "cemilan" gitu, kayak bakso, setup makaroni, spaghetti, makanan-makanan khas Solo, mie, bihun, makaroni schotel, dll. (Hahaha bagi keluarga gue yang namanya "cemilan" itu ya semua makanan selain nasi). Jadi gue sukaaaaaaa karena tiap hari bisa masak yang beda-beda dan banyak menu baru juga.

Nah kalau udah belanja dan masak lalala lilili, hal yang gue suka setelahnya yaitu ngajak temen-temen gue dateng ke rumah buat buka puasa bareng!! Soalnya pasti pada bilang "Shil kok enak sih!!" "Shil ajarinnn" atau "Shil udah buruan nikah aja" HAHAHAHAHAHAHA gatau seneng aja kalau udah masak trus orang-orang pada suka trus abis gak bersisa haha trus suka juga aja kalau pada main ke rumah, ngobrol2, trus tarawih bareng :"

Gue emang sukaaaa banget ketemu orang. Undangan bukber sangat gue nantikan setiap tahun. Malah kadang karena gue adalah "yes-girl", ampe pusing sendiri atur jadwalnya karena banyak yang bentrok wkwk (sok penting :p)

Huffftttt momen-momen kayak gitu yang bikin kangen Ramadhan banget. Momen bukberrr, masak, belanja, ngobrol2, cerita nostalgia sama temen-temen, foto-foto, ketawa2, tarawih bareng, subuh berjamaah, trus tayangan TV dan Radio yang spesifik banget euphorianya, huaaaahh bikin kangen. Gak kerasa sebentar lagi mau Ramadhan. Gue superrrr excited! Tapi sebenarnya ada satu hal yang sedang benar-benar gue pikirkan................

Ramadhan tahun ini, bakal jadi Ramadhan pertama gue sebagai seorang karyawan. Gue jadi kepikiran terus "Duh gimana yah rasanya?" "Duuuhh nanti buka puasa di jalan terus dong" "Duuhh nanti jarang bisa bukber sama temen-temen, gabisa belanja, gabisa masak". Begitulah kira-kira yang menghantui pikiran gue hahaha

Kayaknya tahun ini bakal beda banget deh rasanya T.T sedih.................................. (padahal belum dijalanin, tapi udah menyimpulkan. Kebiasaan haha)

Hmmmmmhhhh. Tapi gimana pun, semoga Ramadhan 2015 nanti gak seburuk yang gue bayangkan :") tapi sesungguhnya, jam pulang kantor gue saat Ramadhan itu gak ada perubahan. Tetep jam 5....... Sedih ga sih? Gue sih sedih banget............. hiks tapi Bismillah aja :")


Well, welcome Ramadhan! :)))

Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Halo!

Kali ini gue mau share pengalaman gue waktu ikut salah satu kompetisi kehumasan tahun lalu. Kayaknya nyaris setahun lalu. It's May 23-24 2014.

Kok kayaknya gaya banget ya ikut kompetisi? Hahaha.

Dari semester awal kuliah, gairah ikut kompetisi/lomba tentang komunikasi memang selalu ada. Namun semangat menggebu itu hanya bertahan sekitar 1-2 bulan saja, dan selebihnya......hanya berakhir menjadi wacana hahaha

Ada beberapa kompetisi komunikasi yang pingin banget gue ikutin, salah satunya event rutin Prodi Komunikasi UI, yaitu Pekan Komunikasi. Di event itu, untuk mahasiswa Humas, selalu ada kompetisi membuat paper tentang perencanaan program humas mengenai case study yang mereka berikan. Macem-macem tiap tahun, dan selalu menarik. Tapi kembali lagi, semua berakhir wacana heu awal-awal dibuka pendaftaran sih semangat berapi-api, ngajak salah satu temen buat ikutan, mulai research, berimajinasi, analisis, tapi gak daftar-daftar dan gak ditulis. Akhirnya batal deh ahaha mungkin salah satu faktornya dulu tugas-tugas yang padat kali yah (excuse :p)


Sampai pada akhirnyaaaaaaaaaa

Gue akhirnya berhasil mengikuti salah satu kompetisi kehumasan! Yeaay! Ada yang beda juga dari kompetisi ini, yaitu diselenggarakan untuk individu, tidak seperti kompetisi-kompetisi lain yang mensyaratkan untuk dikerjakan secara berkelompok.

Awalnya, gue tau informasi mengenai kompetisi ini karena lagi masa-masa pengerjaan Tugas Akhir. Tugas Akhir gue waktu itu tentang Humas Pariwisata Kota Solo (I'll write bout it later), kampung halaman orang tua haha jadiii, selama masa pengerjaan, salah satu aplikasi berita di Hp gue, gue setting pakai kata kunci #Solo #PariwisataSolo #HumasSolo #Humas #PublicRelations. Setiap hari selalu gue cek apakah ada berita terbaru/ngga. Yaa, siapa tau aja bisa dijadikan tambahan data.

Suatu hari pas lagi cek berita, ada salah satu berita dari portal berita lokal di Kota Solo mengenai kompetisi yang bernama PR Idol 2014. Gue pun penasaran dan baca tuh berita. "Kok beda ya kompetisinya." Mungkin itu pikiran gue. Akhirnya seperti biasa, gue pun menggebu-gebu ingin coba peruntungan ikut kompetisi itu, mumpung masih berstatus mahasiswa dan masih punya kesempatan ikut yang kayak gitu hahaha daripada nyesel :p

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Negeri Solo bekerja sama dengan The Sunan Hotel Solo. Gue mikir, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Kompetisi ini diadain di Solo, yaa sekalian aja cari data-data TA yang kurang-kurang. Sekalian juga silaturahmi lagi sama nenek dan saudara-saudara lain di sana. Padahal itu H-7 HARI DEADLINE pengumpulan TA loh ahahaha bodo amat deh...


Tahap penyisihan awal itu gue harus membuat essay mengenai "Branding Solopos TV" yang notabene masih baru didirikan. Ternyata essay gue lolos dan masuk ke dalam 30 besar yang diundang ke The Sunan Hotel Solo untuk mengikuti seleksi tahap ke dua dan ke tiga.

Setelah pengumuman lolos itu, gue baru bilang ke orang tua kalau gue ingin melanjutkan kompetisi ini. Untungnya dikasih izin haha langsung dehhh wusshhhhh sampailah gue di Solo.

Mereka gak menyediakan penginapan, namun mereka suggest beberapa penginapan gitu untuk para peserta. Tapi gue lebih memilih untuk tinggal di rumah nenek gue hahaha


Sampai pada saatnya penyisihan tahap ke dua dimulai.

Pada tahap itu, para peserta diminta membuat mini proposal mengenai "Perencanaan Program Humas untuk Memperkuat Positioning The Sunan Hotel Solo." Semuanya dikasih brief sebanyak 3 lembar, berisi data-data mengenai The Sunan Hotel Solo, serta ketentuan dan peraturan pembuatan paper. Jika data dirasa kurang, kita boleh browsing dengan mencantumkan sumbernya. Waktu yang diberikan hanyalah 2 jam untuk membuat semuanya, yaitu Analisis Internal, Analisis Eksternal, Analisis SWOT, Strategi Program, juga Press Release. Karena mepet, akhirnya rilis pun hanya gue buat seadanya hahaha

Setelah itu, dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD). Dari 30 peserta, dibagi menjadi 5 kelompok. Bahasan FGD saat itu adalah tentang political branding. Kelompok gue mendapat kasus mengenai Partai Golkar yang terpecah menjadi dua kubu, dan bagaimana memperbaiki citra-sebut saja Ical-yang notabene adalah ketua umum Partai itu dan sempat terlibat satu kasus yang sampai saat ini pun belum tuntas. Kami diminta untuk berdiskusi dan membuat strategi program untuk kasus yang diberikan. Sampailah pada saat yang lumayan bikin deg2an, yaitu presentasi. Hahaha. Untungnya presentasi itu bisa kami lalui dengan cukup mulusssssssss.

Beberapa saat setelah presentasi selesai, diumumkan 10 peserta yang berhasil lolos tahap ke dua dan berhak melanjutkan ke babak ke tiga. Alhamdulillah gue masukkk 10 besar hahaha agak gak nyangka juga sih, karena gue gak terlalu suka politik sesungguhnya hahaha 10 besar finalis itu diberikan "pekerjaan rumah" untuk dikerjakan dan dikirim via email maksimal pukul 12.00 hari itu juga. Kami semua diberikan brief mengenai crisis management. Topiknya yaitu mengembalikan citra (dan strategi customer relations) maskapai Garuda Indonesia perihal keterlambatan dan pembatalan penerbangan terkait bencana alam, yaitu meletusnya Gunung Kelud. Yang diminta masih sama, yaitu membuat mini proposal mengenai program PR yang tepat berikut press release-nya. Untuk kali ini gue bisa sedikit lebih tenang karena waktu yang disediakan lebih banyak hahaha yang membedakan tahap ini dengan tahap ke dua adalah, esok harinya kita akan melakukan company visit ke kantor Solopos dan diminta untuk melakukan simulasi press conference mengenai kasus tersebut. Jadi sok2an jadi PR nya Garuda beneran hahaha akan ada beberapa wartawan dari Solopos. Hingga akhirnya waktunya tiba...................... Gila! Deg2an banget hahahahhaha wartawannya kritis banget. Mintanya data blabla blibli. Untungnyaaaa sewaktu di kuliah dulu udah pernah juga sih ngelakuin simulasi press con kayak gini. Ditanya-tanya segala macem. Jadi ini bukan pengalaman pertama. Tapi tetep aja, yang tanya itu wartawan beneran hahahaha amsyong sama pertanyaannya haha tapi yaudah, nothing to lose.

Setelah company visit selesai, kita balik lagi ke Sunan Hotel. Ada seminar mengenai digital PR, makan siang, istirahat, dan hiburan. Dari tahap ke tiga itu, akan dipilih 5 orang kandidat yang akan maju ke depan untuk menjawab 2 buah pertanyaan yang diajukan oleh juri. Dan percaya gak percaya, gue lolos ahahahahaha gue pun heran, perasaan pas presscon jawabnya biasa aja, malah kayanya ada data yang salah huhu trus gue liat peserta lain tuh kayanya pada bagus-bagus dan passionate gitu. Tapi yaudah, mungkin gue sedang beruntung :")

Akhirnya gue pun maju dan mengambil undian yang berisi nama Juri yang akan memberikan gue pertanyaan. Jurinya itu ada 4, yaitu Mba Retno, PR Manager The Sunan Hotel Solo; Mba Febrianti Nadira, praktisi PR, dan juga Executive Vice President Corporate Secretary&Communication PT Mandiri Sekuritas; Sapto Adhi dari Rp7 Communications, dan Abdul Khamid dari Garuda Indonesia. Gue pun dapat pertanyaan dari Mba Retno dan Bapak Sapto. Tapi gue lupaaa pertanyaannya apa, pokoknya salah satunya ada mengenai digital PR dan optimalisasi media sosial bagi suatu perusahaan. Gue jawab based on ilmu yang gue dapat di kampus. Lagi-lagi, nothing to lose hahaha

Sampai pada saatnya pengumuman pemenang. Diumumin dari juara ke-tiga, dan.......... nama gue disebut :") gue meraih juara ke tigaaaaaaaaaaaaaaa kyaaaaaaaaaaaaa kok bisaaaaaaaaaaaaaa hahahhahaha beruntung bangetttttt padahal saingan gue dari UI ada 4 dari Unpad, Undip, Unair, UNS, dll dsb hahahaha ya lumayan lah buat bagus-bagusin CV sama buat bahan cerita pas gue interview kerja haha bersyukur banget sih, dan kayaknya emang gue sering banget dikasih keberuntungan sama Allah haha gatau ya, selama gue hidup, gue sering merasa beruntung :") Alhamdulillah yah.... Akhirnya gue pun pulangggg dan kembali berkutat dengan Tugas Akhir yang deadline pengumpulannya adalah 31 Mei 2014 (fyi, pas gue sampe Depok, it's already May 26 2014 :p gatau deh kenapa gue nyantai banget jadi orang...............................................)

Abdul Hadi (dulu dia juga kuliah di UI loh), Anggara (dia anaknya data dan fakta banget hahaha), dan gueeeee! (kalo dia anaknya nyantai tapi detail banget hahaha)

Dan dari kompetisi itu, lumayanlah nama gue ada di 4 berita ini ahahahah

1. http://soloevent.id/keunikan-5-finalis-pr-idol/
2. http://soloevent.id/3-juara-pr-idol-the-sunan-hotel/
3. http://komunikasi.fisip.uns.ac.id/?p=295
4. http://blog.thesunanhotelsolo.com/630/who-wants-to-be-a-public-relations-idol/

Semoga suatu hari nanti kalau ada kesempatan ikut kompetisi lagi, gue bisa ikut lagi dan gak cuma wacana hahaha karena ternyata seru banget!! Nambah temen banyakkkk, nambah pengalaman, nambah tingkat percaya diri, nambah deket sama Allah karena jadi berdoa mulu hahaha dan yang paling pentingggg nambah link2 oke!

Karena kompetisi ini juga, waktu itu gue pernah direkrut sama Mba Retno untuk join di agensi PR buatan dia dan teman-teman perhumas lainnya :") tapi sayang, waktu itu Ayah gue gak mengizinkan gue :") tapiiiiii, gue bersyukur banget aja jadi punya link2 orang2 keren! Hehehe :D Dadaaaaahhhh
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Di kantor, kalau lagi ada waktu lowong sebelum jam makan siang, biasanya gue melakukan blog-walking. Aaaaanddd after did blog-walking and re-read one of my bestfriend's blog, I found this post! Gue pun gak tau kalau dulu dia nulis pengalaman ini di blog-nya hahaha gaperlu izin, Haniii, ini gue repost yaa! Hahaha


Introduction

Jadi gue punya sahabat, sama-sama kurus, sama-sama tinggi, sama-sama menye binti mentel, dannn sering banget dibilang kembar sama orang yang baru kita temuin haha padahal cuma karena sama-sama tinggi dan langsing aja sih...... Sewaktu Ramadhan 2012, kami berencana melakukan I'tikaf karena emang belum pernah sebelumnya. Kita cuma sering dengar cerita orang-orang aja. Akhirnya kita pun memutuskan untuk melakukannya hehehe Anddd here's our storyyy! (Tapi di sini gue sebagai orang ke-tiga aja hahaha)


The original link:

http://delightfulnight.blogspot.com/2012/08/ramadhan-aku-dan-shila.html

Okay, Let's read!

_____________________________________________________________________

Bismillah


Aku ingin bercerita pengalaman luar biasaku, cerita ini terjadi tepatnya 14 Agustus 2012 lalu. Aku dan Ashila Ramadhani, sahabatku di kampus berniat untuk iktikaf di Masjid Baitul Ihsan di daerah Kompleks Bank Indonesia. Terdengar biasa saja kan? Tapi ternyata nggak…

Jam 1 siang selesai dzuhur dan tadarus aku lanjut berkutat dengan lappyku, saat itu Blackberry Messenger ku juga sedang off sehingga aku berkomunikasi dengan Shila lewat Twitter. Aku sibuk dengan blog walking, hingga sadar kalau waktu sudah menunjukkan oukul 3 sore. “Shil, ntar jadi kan ke BI? Sabar dulu 10 menit lagi mandi :p” begini isi mention ku ke Shila, nyatany setengah jam kemudian aku baru selesai tulisanku dan berangkat mandi hihihi maaf ya Shila, abis lagi asik :’’’)

Jam 4 sore aku baru berangkat ke Depok, sungguh perjalanan Jakarta-Depok disore hari bukanlah hal yang baik. Kemacetan dimana-mana, aku pusing dan asam lambung sepertinya naik, mual tak terkira menghampiriku…  Perut bentar lagi buka puasa, tunggu sebentar T.T jam setengah 6 sore aku tiba di Margo City, oiya aku janjian bertemu Shila di Imperial Kitchen & Dimsum. Samapi disana batere hp ku habis, jadilah aku mencari sendiri dimana letak restaurant tersebut.  10 menit mencari, aku mendapati Shila aah Alhamdulillah… “Huaaaa lemes bgt, capek nyari2 lo, hp gue mati bingung harus apa blablabla” Shila hanya terdiam ngeliatin aku terus langsung bilang “udah duduk, trs cepetan mau pesen apa bentar lagi maghrib” trs “yah baru juga sampe, dengerin dulu dong cerita gue tentang macetnya jalanan hari ini” hahaha takjil yang di sediakan restaurant ini adalah pudding rainbow dengan vla vanila, rasanya nyummy banget :9 kami memesan mie ayam fillet ikan, nasi goreng buntut, lumpia isi ayam dan jamur, dan dimsum. Restaurant nya aku rekomendasi nih buat kalo pingin makanan ga terlalu mahal tapi enak.

Selesai makan kami langsung ke stasiun UI, yap! Kami berencana naik kereta, jam 8.20 kereta tiba yeaaay aku yang tak pernah naik kereta api Jabodetabek excited parah! Malem hari, berdua Shila doang, naik kereta hahaha kurang kece apalagi coba? :p sepanjang di kereta gue ga berhenti bilang “Shil, seru banget sih, sepi lagi keretanya aaaah berasa mau mudik gitu hihihi shila juga ga berhenti bilang “Haniiiii lebay bgt sih, mendingan ngajak adek gue deh dia biasa aja. Mana manja juga lagi lu” gue cuma senyum-senyum doang dengerin omongan dia.

Sampailah kita di Stasiun Sudirman, mau lanjut naik Kopaja 640 daaaaaaaan Jakarta super keren kalo malem! lewat Bundaran HI, Grand Indonesia, Hotel Kempinski dihiasi sama lampu jalan yang superb abis! Pas bayar ongkos ke abangnya tadi aku minta diturunkan di BI, 5 menit kemudian kondekturnya teriak “BI BI BI, neng BI neng” yeaaay sampe! Tapi kita bingung, karena deket situ ga ada masjid, oke kita masuk aja ke kompleksnya nanya ke pak satpam “Pak, masjid BI dimana ya?” “oooh ini lurus aja trs belok kiri ikutin jalan” “makasih banyak pak” “iya sama-sama, mau iktikaf ya?” “hehe iya pak” “kalian berdua kembar ya? Mirip banget” “loh nggak pak, sama-sama tinggi aja”

Lanjut masuk ke bangunan Masjid Baitul Ihsan, kita berdecak kagum sambilngucap ‘subhanallah’ berkali-kali karena bangunan masjid ini begitu megah dan artistik. Masuk ke masjid kita sudah disambut oleh jamaah yang bersiap iktikaf, dengan bawaan kasur,bantal, alat sholat, Al-Qur’an, makanan dan gadget :p

Kami begitu terkagum-kagum melihat pemandangan di dalam masjis ini, betapa Ramadhan dan Lailatul Qadar sangat penuh dengan berkah sehingga berbondong-bondong orang untuk meraihnya. Selesai sholat dan tadarus ternyata Shila lapar (ahhh anak ini banyak bgt makannya). Mie Rebus tektek dan sebotol air mineral habis dilahap dia, aku cuma nemenin makan pake Pop Mie aja. Selesai makan, kita naik ke atas lagi (oiya masjidnya itu ada 2 lantai, akhwat (perempuan) di atas) lanjutin ngobrol tentang Islam, masa kecil kita, dan bagaimana menyikapi hidup… kecapekan sampe ketiduran hihii

Jam 2 pagi kita bangun, ga beneran tidur sih wong ada bayi nangis ga berenti2 huehehe Sholat malam, karena ini iktikaf jadinya sang imam adalah hafidz Qur’an jadi makmumnya sholat sambil bawa Qur’an di tangannya. SERU BGT KAN :D

Sambil ngobrol-ngobrol sama jamaah lain yang sudah sering iktikaf di sini dapet info sahur dan buka puasa dapet makanan dari panitia. Subhanallah indahnya Ramadhan, segalanya dipermudah hihih (mayan sahur gretong, yegak shil?

Jadi pas sahur itu kita nukerin kupon ke panitianya, setelah itu dapet deh nasi padang :D makan di tangga depan masjid bareng jamaah yang lain, ternyata banyak bgt yang bawa keluarga lengkapnya buat iktikaf, anak-anak kecil banyak banget tuh heheh keren ya ayah ibunya udah mengajarkan anaknya buat iktikaf sedari kecil :D

Selesai semua rangkaiannya, dimulai dari sholat tarawih, tadarusan, chitchat sama shila, sholat malam, sahur bareng, subuhan bareng :D KITA PULANG :(( sediiiiih harus meninggalkan lingkungan yang begitu kondusif untuk selalu dekat pada Allah :((
Naik metro dan kereta lagi, namun bedanya terjadi hiruk pikuk masyarakat Jakarta yang memulai aktivitasnya. Sampai di Stasiun UI dengan muka ngantuk dan capek kita pulang ke rumah masing-masing.

Terimakasih banyak Shila untuk petualangannya dan pelajaran yang kamu kasih :D Terimakasih jg Allah untuk kesempatan yang Kau berikan di RamadhanMu ini :D
Ini Shila
Ini tempat aku & Shila sahur

Okeee begitulah kira-kira cerita kami hahahaha
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Ada saatnya seseorang merasa lelah.
Lelah dgn orang lain.
Lelah dengan manusia lain.

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terpintar, namun juga terbusuk yg pernah ada.

Manusia memiliki akal pikiran yang seharusnya bisa digunakan dan diatur dengan baik.
Namun kebanyakan dari mereka menyalahgunakan itu semua.
Menggunakan pikirannya untuk menguasai dunia. Menggunakan kecerdikannya untuk melawan manusia lain demi sebuah kepuasan, bahkan kekuasaan.

Bukan, ini bukan bahasan mengenai kehebohan luar biasa akan pesta demokrasi di negeri ini.

Ini tentang sifat dan sikap yang memang tertanam di diri manusia2 tertentu.

Banyak yang dilakukan untuk memberi kepuasan tersebut. Ada yang menggunakan kelicikan, kecurangan, dan kebohongan. Semata2 hanya untuk menutupi diri yang ternyata tidak sesempurna seperti yang tampak.

Mereka rela menyakiti banyak orang, demi sebuah nafsu dan kepuasan pribadi.
Ya, manusia memang ditakdirkan untuk egois nampaknya.

Kelicikan, kecurangan, kebohongan.

Kemunafikan.

Pengkhianatan.

Rasanya sulit untuk menerimanya. Menerima setiap perlakuan. Menghadapi seluruh sifat yang tertanam.

Saya lelah.

Walau saya sendiri pun juga manusia yang juga tercipta untuk menjadi egois.
Namun saya lelah. Dengan diri saya sendiri, juga manusia lain.
Selalu hidup dalam kemunafikan, kelicikan, kebohongan, di mana kejujuran menjadi sangat murah harganya.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

// 04.07.14 \\

Yang hanya saya tau
Waktu terus berjalan
Meninggalkan
Menemukan
Tanpa menghiraukan

Yang hanya saya tau
Waktu terus berjalan
Meninggalkan kesan
Menyiratkan pesan
Bersamaan

Ada hal yang kita tinggalkan
Namun banyak pula yang didapatkan
Menemukan yang baru
Juga kehilangan
Lumrah....

Mungkin ada hal yang tak dapat dilupakan
Berhenti di satu keadaan, tidak ikut pergi bersama waktu yang berjalan

Kenangan....

Bersama hal-hal tertentu
Bersama orang-orang tersayang

Kenangan ada untuk dirasakan, bukan dilupakan
Begitupun yang saat ini masih tetap diam di sana

Saya ingin selalu melihatmu berdiri di sana
Tetap menjadi kenangan
Tak pudar
Sebagai bukti saya pernah melewati hari-hari itu
Menjalaninya
Bersamamu.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hey look at this. I will tell you about this game. It's a game you MUST be playing on. It's a biggest game, sophisticated game, named Life. Noted: this game consists of several stages.

Real life is the game that –literally– everyone is playing. But it can be tough, fun, hard, or anything. It depends on how you put your time into the right things.

It starts when you’re assigned a random character and circumstances. And you would find most things (like the best jobs, possessions, and partners) are locked until you get some. This is the time to level up your skills and quality. You will never have so much time. Now you must play it properly. Your top priority is to assign your time as well as possible.

I thought that everyone would  definitely feel this stage of the game;
When every single thing you do would affect your next stage, your fate.
When you start thinking that your next stage is more important than everything you have been through.
It's when you would feel worry about everything that is uncertain. You worry and think a lot 'bout your future. What will it bring?


And I'm on this stage of the game, now.......

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Semua berlangsung cepat. Tumbuh dan tertata rapih bak tanaman di depan teras itu.

Ketika sore ia membuka pintu, tampak bertaburan warna warni indah dari bunga yang baru saja merekah. Cerah, ceria. Hanya memandangnya saja pun ia bahagia. Ternyata, hari itu sedang musim semi. Pantas saja. Semua terlihat indah.

Hari berganti hari. Nampaknya keindahan itu tak berlangsung lama. Perlahan bunga-bunga itu melayu. Seiring waktu. Satu persatu.

Ia memandangnya. Tampak sedikit kecewa. "Mengapa sangat cepat..." pikirnya. Namun bagaimana pun, itu adalah bunga. Di mana tanpa diminta ia akan melayu, namun akan menggantinya dengan yang baru. Tentunya membutuhkan waktu.

Mungkin waktu yang membuat bunga-bunga itu istimewa, karena akan selalu ditunggu oleh sang pemujanya. Ya, ia pemuja bunga-bunga itu.

Mungkin kecewa, tapi ia akan tetap menunggu sampai bunga-bunga itu kembali merekah, memancarkan warna cerah.

Tak ada yang bisa disalahkan memang, mengapa bunga itu dapat layu. Namun itulah siklus. Memang harus begitu adanya. Mungkin agar ia bisa lebih menikmati (juga menghargai?) ketika saatnya bunga itu kembali berwarna.

----------------------
28/03/15
Ketika merasa tersakiti. Namun tak ada apapun yang bisa disalahkan. Murni karena (mungkin) kesalahan pribadi, yang dikalahkan oleh nafsu. Ya, ia tak pandai menjaga hati dan membawa diri.

Namun ia tersadar, bahwa ia berada di dunia. Tempat di mana semua hal tidak kekal. Tempat di mana akan ada satu juta kemungkinan. Tempat di mana semua makhluk berkumpul, tentunya yang memiliki perbedaan di setiap aspek. Ia pun tak bisa menyalahkan siapa pun, apa pun.

Lalu, ia harus pergi ke mana?

Share
Tweet
Pin
Share
2 comments

Gausah pake introduction, langsung aja deh ah hahaha

Passion? Sampai saat ini gue masih bingung dan belum paham mengenai makna passion itu sendiri. Sering menyebut, sering mendengar, padahal sebenarnya kurang paham hahaha makanya kali ini gue ingin berbagi kesoktauan gue dan juga share beberapa hal yang menurut gue....inikah passion?

Tapi sebelumnyaaaa, izinkan gue bercerita singkat terlebih dahulu. Hehehe

-----

Semenjak SMP (mungkin sejak SD), pilihan hidup gue terpaku oleh pilihan Ayah. Tapi gak semua sih, cuma pilihan-pilihan penting yang menurut gue sangat berpengaruh ke masa depan aja. Contohnya pilihan sekolah. Masuk SMP, dipilihin. Masuk SMA, dipilihin. Padahal gue menginginkan sekali untuk bisa masuk ke salah satu SMA idaman gue. Tapi apa daya, Ayah kekeuh banget buat masukin gue ke SMA pilihannya, yaitu SMA 3. Kemudian, pilihan jurusan pun dia yang memilihkan. Orang tua mana yang gak mau anaknya masuk ke jurusan IPA? Mungkin cuma Ayah gue hahaha walhasil, masuklah gue ke IPS.

Berlanjut ke masa-masa pemilihan universitas dan jurusan kuliah. Lagi-lagi......dipilihkan. Mulai dari Universitasnya sampai dengan pilihan jurusan. Walau saat itu kita juga berkompromi sih, tapi tetep aja, kayaknya 70% atas dasar pilihan beliau hahaha gue sih nurut aja.

Sempet satu hari gue tanya, "yah kok aku ga dianjurin masuk IPA? Trs kenapa Ayah rajin banget nyatetin semua jurusan2 di UI dan UGM trs nyoret2in mana yg gak pas buat aku?" Trs dia cuma jawab "Yaa, Ayah kan udah tau gimana karaktermu dari kecil, apa passion-mu. Jadi ayah coba pilihin yg pas. Biar kamu enjoy jalaninnya" Dan yaudah. Setelah itu selesai, ga ada pertanyaan lagi. Gue cuma yakin kalau Ayah gue udah paham banget karakter dan passion (yang gue masih ga ngerti artinya apa) anaknya dan bakal milihin yang terbaik. Gue sih nurut aja sebagai anak yang baik hahahaha

Lalu tibalah saatnya gue diterima di salah satu Universitas, sebut saja UI, di jurusan Humas a.k.a Public Relations, a.k.a PR a.k.a jurusan yang dipilihin Ayah gue. Pada awalnya gue pun masih bingung ini jurusan nanti bakal belajar apa aja, dll dsb. Tapiiiii, yang bikin amaze adalah gue sangat enjoy ngejalaninnya! Gue suka! Trs gue langsung teringat apa yang Ayah gue katakan hahaha emang omongan orang tua harus diturutin :') Tapi emang menurut gue, Ayah gue itu perhatian banget orangnya. Detail gitu, dan bisa membaca karakter anak. Semoga nurun ke gue nantinya hahaha

Intinya, gue suka banget. Gue bahagia. Tugas akhir pun gue tulis dengan rasa senang dan mood yang menurut gue stabil dari awal penulisan sampai sidang. Padahal harus cari data sampai ke Solo. Tapi seneng aja gitu rasanya. Entah mengapa. Hahaha Alhamdulillah yah

Dan sampai saat ini pun, gue bekerja di bidang yang sama, yaitu PR. Gue menjadi salah satu Public Relations di salah satu perusahaan, sebut saja Lock&Lock hahaha gimana rasanya? Entahlah. Gue merasa sangat bahagia, senang, 3 bulan berasa 3 minggu hahaha ya gak bisa dideskripsiin. Padahal capek, tapi enaaaaaaaaaaaaaakkkk aja gitu rasanya. Gue pingin apa yang gue kerjakan itu memiliki hasil yang baik. Yaa mungkin bisa dibilang perfectionist. Gue pun ga ngeluh aja gitu kalau lembur atau harus bekerja di hari Sabtu dan Minggu ketika ada event dll. Ya begitulah.


Sampai suatu hari gue bertanya ke diri sendiri "Apa ini yang namanya passion? Apa ini jawaban atas arahan-arahan Ayah gue waktu itu yang beliau bilang 'sesuai dengan karakter dan passion'?"


Well, mungkin iya, mungkin ngga. Karena gue sendiri pun masih gak paham-paham banget definisi kongkret dari passion itu sendiri.

Baiklah, mari kita telaah bersama! hahaha

Passion.

Menurut urbandictionary,
Passion is when you put more energy into something than is required to do it. It is more than just enthusiasm or excitement, passion is ambition that is materialized into action to put as much heart, mind body and soul into something as is possible.
Sedangkan menurut wiki (walau gue tau kalau kita gak boleh menjadikan wiki sebagai referensi, tapi yaudalah yhaa ini kan blog doang bukan TKA hahaha),

Passion (from the Latin verb patere meaning to suffer) is a very strong feeling about a person or thing. Passion is an intense emotion, compelling enthusiasm or desire for anything.
Passion may be a friendly or eager interest in or admiration for a proposal, cause, discovery, or activity or love – to a feeling of unusual excitement, enthusiasm or compelling emotion, a positive affinity or love, towards a subject. It is particularly used in the context of romance or sexual desire though it generally implies a deeper or more encompassing emotion than that implied by the term lust.
Gimana? Jadi sudah mengerti apa itu passion saudara-saudara? Kalau aku sih belum. *gubrak*

Tapi kalau merujuk ke difinisi passion di atas, mungkin sudah 80% gue menemukan passion gue. Di mana gue sangat enjoy menjalaninya, di mana gue mau aja gitu mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktu gue hahaha. Tapi gue juga gamau menyimpulkan juga karena gue sendiri pun masih bingung what passion is. 

Well, kata passion yang gue pahami sampai sekarang (merujuk dari definisi di atas juga, sih), memiliki arti suatu kecintaan yang berasal dari hati, antusiasme, kesenangan, ability, dan kerelaan mengeluarkan energi yang lebih banyak untuk suatu hal, tanpa merasa hal itu menjadi beban untuk kita. Itu untuk satu objek tertentu yah. Sedangkan passion dalam hal "romance or sexual", yah maap gue belum cukup umur sekarang. Gue ga paham :)) wkwk

Jadiiii, kenapa sih kali ini gue mau menulis tentang passion? Itu karena passion ternyata sangat memengaruhi hal-hal yang kita lakukan dan merupakan salah satu kunci meraih goal di kehidupan kita ke depan. Pendapat itu sih pendapat gue pribadi yang berdasarkan pada beberapa artikel yang gue baca, juga beberapa orang yang menyimpulkan hal yang sama. Gak setuju? Silakan close tab aja hahaha



Mengapa passion penting? Seberapa penting passion itu?

Mungkin saat ini gue akan membahas hal-hal yang mungkin udah general dan orang-orang udah tau. Tapi di sini gue hanya ingin mengulang aja dan memberikan pandangan pribadi based on pengalaman yang gue alami.

Let's share!


Seperti definisi pribadi yang telah gue tuliskan di atas, maka hal-hal yang kita lakukan, jika sesuai dengan passion, kita akan dengan senang hati dan all out melakukannya. Gak bakal berasa beban, atau merasa capek. Mungkin capek, tapi capek yang menyenangkan dan memuaskan. Mungkin begitu.


Gimana sih cara nemuinnya? Passion itu muncul dengan sendirinya atau karena paparan lingkungan sehari-hari? Mungkin banyak yg tanya. Tapi menurut pendapat pribadi gue, passion itu muncul berdasarkan karakter yang terbentuk di diri kita sejak kecil. Karakter itu sendiri terbentuk karena lingkungan, dari kita bayi, sampai saat ini. Jadi, lingkungan sangat berpengaruh sih dalam menciptakan passion kita. Tapi, cara menyimpulkan karakter itulah yg sulit. Beruntung gue punya ayah yang bener-bener peka terhadap karakter gue.
Tapi gue pernah mendengar juga, passion itu bisa dibentuk lho. Jadi saat kita sudah menemukan hal yg kita suka, kita fokuskan dengan hal itu. Lama kelamaan, kita akan terbiasa dan dengan rela hati melakukan itu semua tanpa beban. Jadi bisa dibayangkan dong ya, bakal kayak apa hasilnya kalau kita melakukan dengan senang hati dan bergairan (wkwk). Maka dari itu, menurut gue, menemukan pekerjaan yang sesuai dengan karakter, apalagi passion itu penting banget!


Kenapa penting? 
Yaa karena se-pengalaman gue, oramg-orang yang memang bekerja sesuai dengan passion, mereka akan merasa sangat nyaman di sana. Selain itu, mungkin akan lebih tough dan tidak akan mudah terpengaruh hal-hal eksternal yang negatif. 
Bisa juga akan berpengaruh terhaap perkembangan karier yang pesat, karena orang yang bekerja sesuai passion (menurut yg gue baca dan contoh real yang gue liat
) akan terlihat 'aura'nya hahaha passion juga bisa menghindari dari kata bosen dan jenuh yang sebenarnya bisa menghambat karier hahahahah itulah kesoktauan gue berdasarkan pengamatan dan riset pribadi hahahhaha

jadiiiiii, skrg gue sedang berharap banget apa yang sedang gue lakukan dan jalankan saat ini adalah benar2 passion-nya gue hehehe semoga yang gue rasakan bukan hanya euphoria tahun awal masuk kerja hahaha 
Aamiiinn

Maka dari itu, yuk temukan passionmu biar semua hal yang dilakukan terasa menyenangkan!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Hi, I'm Ashila Ramadhani, and welcome to my blog. Most of my previous posts were filled with my random thoughts, poems, and life-stories, but I'm trying to make this blog more meaningful :p from now on, I will fill it with my other (useful) thougts, my life-changing-experiences, my artworks, and my traveling experiences. Enjoy it!

Get Connected

  • LinkedIn
  • Facebook
  • Pinterest
  • Instagram

Categories

  • thoughts

recent posts

INSTAGRAM

@ashilaramadhani

Blog Archive

  • ▼  2025 (2)
    • ▼  July (2)
      • Tak Jadi Hujan
      • Ruang yang Tak Jadi Apa-Apa
  • ►  2024 (1)
    • ►  December (1)
  • ►  2016 (10)
    • ►  October (2)
    • ►  June (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
  • ►  2015 (21)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
  • ►  2014 (3)
    • ►  December (3)
  • ►  2013 (14)
    • ►  November (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (5)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2011 (6)
    • ►  December (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates