For the hurt & tears,
For the ego & hardships,
For all the fears,
The weighs,
All the things…
I can’t let go,
May Allah grant me His mercy
AR
20.08.26
For the hurt & tears,
For the ego & hardships,
For all the fears,
The weighs,
All the things…
I can’t let go,
May Allah grant me His mercy
AR
20.08.26
Langit siang itu begitu berat,
menyimpan mendung yang tak kunjung tumpah.
Seperti ada kata yang ingin diucap,
tapi hanya tertahan di tenggorokan.
Udara menghangat,
angin berhenti bicara.
Semesta seolah menahan napas,
menunggu sesuatu yang tak kunjung jatuh.
Dan aku berdiri di bawahnya,
tak membawa payung,
tak pula berharap terang.
Hanya ingin tahu,
apakah rasa yang sebegitu penuh,
benar-benar bisa pergi
tanpa menjadi hujan.
Tapi ternyata bisa...
Awan membubarkan dirinya
dengan diam yang menyakitkan,
meninggalkan langit yang seolah tak pernah mengandung apa-apa.
Dan yang tersisa hanyalah tanah yang tetap kering,
dan seseorang yang akhirnya belajar:
tak semua yang gelap,
akan tumpah menjadi reda.
AR
18.06.24
Ada cerita yang sempat bersinggungan,
tapi tahu diri untuk tak saling menyentuh.
Bukan karena tak ingin,
tapi karena masing-masing paham arah yang dituju.
Beberapa pertemuan memang hanya ditakdirkan singkat.
Seperti bayangan yang lewat di sore hari; terlihat, tapi tak meninggalkan jejak.
Kita berjalan kembali ke hidup yang sudah tenang,
dengan peran yang jelas,
dan tanggung jawab yang tak bisa diganggu.
Tapi diam-diam,
ada jeda kecil yang tersimpan,
bukan untuk dibuka,
hanya untuk dikenang dalam sunyi;
bahwa pernah ada ruang
yang tak menjadi apa-apa,
namun tetap terasa.
Lalu semuanya kembali seperti semula.
Tidak ada yang berubah.
Kecuali diri kita, yang kini tau:
tidak semua yang bersinggungan,
perlu diteruskan.
AR
10.07.25
Finally got my blogspot back! :"") kangen banget journaling di sini. Semoga bisa dirutinkan..
_______________
Sebelum mulai notice dan aware tentang MBTI ini, dulu, beberapa kali, gue rutin konsul juga ke psikolog. Asking many whys. Knp hidup gue gini knp hidup gue gitu. Knp gue gini knp gue gitu, sesimple gue gak suka duduk di bagian tengah ruang kelas atau pesawat. Rasanya kayak "gak bisa nafas". Atau baju2 yg terlalu "gerah" or "ketat" atau tebal gue juga ga suka. Sama rasanya kayak pengap ga bisa nafas🤣 Gue juga ga suka suara2 tertentu. Atau hal kecil lain. Yg menurut orang lain biasa, tp itu annoying buat gue. Dan banyak hal remeh temeh lain yg bikin dari dulu selalu bertanya2 dan menganggap "gue aneh" bahkan sampe merasa gue ga punya temen, krn ekspektasi gue terhadap seseorang itu tinggi banget.
Gue ga suka yg gitu2 aja. Gue gak suka hubungan yg dangkal, obrolan dangkal, pertemanan yg gitu2 doang penuh basa basi. Tapi bagi gue, gak semua orang bisa memenuhi ekspektasi gue. Merasakan kepedulian dan sayang yg mungkin sedalam yg gue rasain. Tapi memang, setiap orang pun juga punya preferensi masing2 juga kan dalam berhubungan dgn orang lain. Gue ga bisa bilang hal itu salah, perasaan gue yg bener. Gue ga bisa bilang juga temenan tuh harusnya deep kayak gini, or gitu. Ya gak juga krn tiap orang beda. MBTI orang beda. Gimana mereka melihat dunia juga beda. Tapi diri gue dari dulu tuh selalu mengemis2 akan hal itu. Pinginnya semua orang kayak gue. Bisa sayang dan empati dan peduli sedalam itu. But I had nothing. Makanya dari dulu mungkin banyak gak cocok sama gue, krn alasan itu.
Singkat cerita... Waktu itu ada satu momen di mana gue merasa udah ga bisa "connect" lagi ke diri sendiri, apalagi connect ke Allah. Yaudah akhirnya mutusin buat ke psikolog berharap tau lebih dalam dan menemukan benang merahnya. Dari pertemuan2 dgn psikolog itu, dulu, finally mulai menjawab pertanyaan2 gue sedari gue SD sampai dewasa. HSP (Highly Sensitive Person) it is. Yg mana bersatu dgn INFJ, yg mana dulu gue selalu menganggap diri gue aneh dan gak biasa. Tp ternyata memang betul gue gak biasa🤣🤣 krn cuma sedikit % populasi di dunia yg punya MBTI INFJ, ditambah lagi HSP. Lol.
Dulu gue selalu menganggap diri gue aneh, karena gak bisa berteman lama dengan orang. Entah guenya yg gak cocok atau dianya yg gak cocok karena mungkin gue penuh ekspektasi ttg hubungan yg deep. Tapi memang ternyata ada ya manusia kayak gini. Di dunia ini. Yg kayak gue. Yg aneh. Dan gak biasa ini🤣 yg terlalu idealis dan terlalu dalam mikirin sesuatu, sampe rasa sayang ke temen atau dari temen aja kita pikirin banget. Capekkk😂
Alhamdulillah makin gue kenal diri gue, makin gue bisa menerima. Gapapa jadi beda. Orang lain juga ga harus sama. Gapapa kita banyak ekspektasi, tapi tau batasan dan set boundaries sejauh mana kita boleh berharap. Makin kenal diri sendiri gue makin belajar juga cara handle setiap masalah dan hal2 buruk yg gue alami. Karena gue udah paham nih, hal buruk itu terjadi karena apa, dan respon apa yg paling pas untuk gue lakukan. Gue jadi tau apa yg gue butuhin ketika lagi ABC misal. Gue jadi paham gimana cara berhubungan sama orang dan sejauh apa ekspektasi yg boleh. Gak punya temen yg deep tuh gapapa. Punya 1-2 juga udah cukup kok. Dan banyak hal lainnya.
Memang betul sih hidup itu adalah wadah belajar. Untuk menemukan siapa kita, dan apa tujuan sesungguhnya dari hidup itu sendiri.
Jakarta, 24/12/24, 00:29
Hi, long time no blogging. I have been so busy with this life. Ini serius.
Mungkin ini tahun tersibuk, yang bisa saya pikir. Entah. Entah sibuk bekerja, berkuliah, atau sibuk berpikir. Entah bagian mana yang mendominasi. Ataukah semua?
Sebagai wanita tukang mikir--yang kadang suka mikir yang engga2--, mungkin kesibukan utama selama ini yaitu sibuk berpikir. Berpikir akan hal-hal yang mengapa terjadi dan mengapa tidak terjadi. Padahal, namanya juga hidup. Iyo, ndak? Padahal, sering lho saya menulis tentang ini pada postingan sebelumnya. Namanya juga hidup.
Tapi ndak tau ya, saya merasa sangaaaaatttt sibuk. Sampai-sampai, waktu untuk bersama keluarga saja hanya tersisa sedikit. Untuk keluarga saja sedikit, bisa terbayang waktu untuk sekedar me-time, kan? Yesss, hampir nihil. Buat apa aja sih waktunya? Saya pun juga sebenarnya tidak bisa mem-breakdown nya dengan jelas. Entah apa yang sedang saya lakukan dan rasakan sekarang. Hambar. Namun melelahkan. Pudar. Namun membingungkan.
Hahaha ini apa ya. Mulai deh kumat.
Hemm. Pernah nggak merasakan rasa jenuh, lelah, letih, yang sangaaaaatttt luar biasa sampai pada titik kalian ingin cuti saja dari hidup selama satu bulan? Pernah? Hahaha ini aneh, tapi rasanya sih seperti itu. Saya ingin cuti hidup :(
Usia segini ternyata lelah ya. Mungkin ini masa transisi. Mungkin rasanya seperti dahulu saya transisi dari SD beranjak remaja di SMP. Nah, ini dari remaja kemudian menjadi dewasa (mudah-mudahan sih :p). Banyak sekali pertimbangan, keraguan, ketakutan yang saya pikirkan. Kadang, sampai deg-degan sendiri, loh. Sampai nangis dan sampai ketakutan, bahkan terbawa ke dalam mimpi hahaha. Takutnya benar-benar seperti sedang dikejar anjing di perumahan. Hahahaha. Idk. Sounds lebay buuutttt gak tau deh. Rasanya ya seperti itu hahaha
Memang, saya aneh kok. Saya tau. Saya menyadari itu. Huft. Ya tapi bagaimana? Segalanya terkesan sibuk, dan membuat takut. Berbagai hal. Pekerjaan, karir, keluarga, perkuliahan, kehidupan sosial, ekonomi, ekspektasi diri di masa depan, percintaan, hubungan dengan Tuhan. Semua membuat bingung. Hmmm. Semua hal menciptakan beribu pertanyaan, yang jawabannya hanya akan didapat jika saya melakukannya. Namuuuun, sebelum bisa melakukannya, banyak hal yang saya pertimbangkan dan pikirkan. Itu yang membuat sulit.
Gundah, lelah.
Ada apa ini? Apa ini sindrom 23-sekian tahun, ataukah hanya saya yang merasakannya?
Serius deh. Capek banget rasanya. Sok sibuk padahal kalau dibreakdown ya sibuk sih tapi gak sesibuk Raffi Ahmad lah. Kenapa ya?
Semoga ke-ngga jelasan ini segera berakhir. Saya harap, sih.
Gapap kok sekarang begini. Mungkin pikirannya harus dipositifin dulu.
Gapapa kok, mungkin ini memang proses.
Gapapa. *lambai tangan ke kamera*
#edisicurhat
-AR-
Hi, I'm Ashila Ramadhani, and welcome to my blog. Most of my previous posts were filled with my random thoughts, poems, and life-stories, but I'm trying to make this blog more meaningful :p from now on, I will fill it with my other (useful) thougts, my life-changing-experiences, my artworks, and my traveling experiences. Enjoy it!